Kebaya kutu baru dan perkembangannya

Apa yang ada di benak anda jika mendengar kata kebaya? Beberapa diantara anda pasti menyebutkan model baju tradisional, outfit untuk acara pernikahan, wisuda dan juga acara formal lainnya. Lalu bagaimana dengan kebaya kutu baru. Jenis kebaya ini tergolong dalam kebaya jadul yang masih banyak di temui di pakai nenek yang di padukan dengan jarik dan juga stagen. Kebaya kutu baru adalah kebaya yang memiliki penutup pada bagian dada menggunakan bef, atau kain berbentuk persegi yang menghubungkan bagian kanan dan kiri dari kebaya. Kain penghubung ini di letakkan tepat di bagian dada, kain penghubung inilah yang disebut dengan kutu baru. untuk menutup bagian perut di gunakan stagen atau kendit yang berupa kain panjang yang berfungsi untuk membungkus bagian perut dan juga sebagai pengaman jarik agar tidak mudah lepas. Penggunaan stagen ini membuat tubuh pengguna terlihat ramping karena stagen melilit bagian perut dengan kencang, sehingga membuat perut terlihat rata.

Jenis kebaya kutu baru memang tergolong klasik dan masih di pakai hingga saat ini, tentu saja dengan beberapa penyesuaian yang cocok dengan style masa kini. Jenis kebaya ini juga sering kali di pakai oleh ibu negara seperi bu Tien, ibu Ani Yudhoyono dan juga ibu Megawati Sukarno Putri. Salah satu desainer ternama indonesia yang terpesona dengan model kebaya ini dan terinspirasi untuk membuat modifikasi dari jenis kebaya ini adalah Anna Avantie. Jenis kebaya ini adalah salah satu style pakaian yang mengantarkannya pada dunia fashion modern

Penggunkan kebaya kutu baru biasanya di aplikasikan dengan beberapa jenis pendukung lain seperti korset kamisol dan juga long torso. Bagi Anne Avantie bentuk kebaya ini adalah simbol dari keaggunan hakiki dari seorang perempuan. Memang tidak dapat di pungkiri bahwa jenis kebaya ini adalah yang paling dekat dengan wanita indonesia, hingga saat ini masih kerap kali terlihat wanita dari pedagang di pasar, kebaya nenek hingga pejabat seperti istri presiden yang telah di sebutkan sebelumnya menggunakan kebaya kutu baru.

Kebaya telah di jadikan sebagai busana yang umum di gunakan oleh wanita indonesia yang dipadukan dengan model bawahan kebaya dari kain jarik, namun demikian kebaya dan model bawahan kebaya jarik memang identik dengan wanita jawa. Kebaya di desain pas dengan tubuh pengguna sehingga memberikan siluet ramping bagi penggunanya. Apalagi di kombinasikan dengan stagen yang melilit area perut sehingga bagian perut terlihat rata dan ramping. Kutu baru atau bef pada awalnya adalah bentuk dari kemben dengan kebaya yang di biarkan terbuka, namun karena alasan kepraktisan, kemben di gantikan dengan bef, atau kain kutu baru yang berbentuk persegi yang menutupi bagian dada. Sebagai pelengkap dari outfit kebaya kutu baru di tambahkan dengan selendang batik yang di sampirkan di bahu.

Meskipun di pakai oleh seluruh kalangan namun pada jaman kolonial penggunaan kebaya dapat menunjukkan kelas sosial dari pemakainya. Perbedannya terletak pada bahan dari yang di gunakan, kebaya kaum ningrat menggunakn kombinasi dengan batik tulis, berbahan sutra, brokat atau beludru. Sedangkan pada kaum biasa menggunakan kain batik buatan pabri dengan kualtas standart. Model bawahan kebaya juga menjadi bagian yang tak lepas untuk diperhatikan.  Pakaian yang di kenakan perempuan pada jaman itu bisa menunjukkan pada posisi mana status sosial mereka.

Namun saat ini pandangan ini sudah bergeser. Terutama pada masa reformasi yang menjadikan kebaya dan batik sebagai pakaian nasional. Sehingga batik diidentikkan dengan pakaian resmi dan formal. hingga saat ini penggunaan kebaya sangat umum di temui pada acara resmi seperti pertemuan formal, pernikahan dan acara wisuda